Rabu, 31 Oktober 2012

makalah konservasi



BAB I
PENDAHULLUAN
A.   Latar belakang
Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya, upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam, pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik, upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan dan suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya (anonim, 2012).
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi, dan olahraga. Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan bumi utara pada ketinggian yang lebih atas. Sebuah danau periglasial adalah danau yang di salah satunya terbentuk lapisan es, "ice cap" atau gletser, es ini menutupi aliran air keluar danau.Istilah danau juga digunakan untuk menggambarkan fenomena seperti Danau Eyre, di mana danau ini kering di banyak waktu dan hanya terisi pada saat musim hujan. Banyak danau adalah buatan dan sengaja dibangun untuk penyediaan tenaga listrik-hidro, rekreasi (berenang, selancar angin, dll), persediaan air, dll. Berdasarkan proses terjadinya, danau dibedakan danau tektonik yaitu danau yang terbentuk akibat penurunan muka bumi karena pergeseran / patahan, danau vulkanik yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanisme / gunung berapi, danau tektovulkanik yaitu danau yang terbentuk akibat percampuran aktivitas tektonisme dan vulkanisme danau bendungan alami yaitu danau yang terbentuk akibat lembah sungai terbendung oleh aliran lava saat erupsi terjadi danau karst yaitu danau yang terbentuk akibat pelarutan tanah kapur danau glasial yaitu danau yang terbentuk akibat mencairnya es / keringnya daerah es yang kemudian terisi air danau buatan yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas manusia.
Danau Sentani adalah danau yang terletak di Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua.Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti "di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898.
B.   Permasalahan
Adapun permasalahan dalam makalah ini mengenai konservasi di danau sentani.

C.   Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dalam makalah ini mengenai pemanfaatan daerah konservasi di danau sentani dan prospek pengembangan objek yaitu danau sentani.








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.   Definisi Danau
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi, dan olahraga. Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan bumi utara pada ketinggian yang lebih atas. Sebuah danau periglasial adalah danau yang di salah satunya terbentuk lapisan es, "ice cap" atau gletser, es ini menutupi aliran air keluar danau. Istilah danau juga digunakan untuk menggambarkan fenomena seperti Danau Eyre, di mana danau ini kering di banyak waktu dan hanya terisi pada saat musim hujan. Banyak danau adalah buatan dan sengaja dibangun untuk penyediaan tenaga listrik-hidro, rekreasi (berenang, selancar angin, dll), persediaan air, dll (Anonim a, 2012).
Danau Sentani adalah danau yang terletak di Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua. Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti "di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898. Danau ini sudah dikelola menjadi objek wisata karena berjarak 50 kilometer dari Jayapura dan mudah dijangkau, sebagai pelengkap di danau ini sudah banyak terdapat perahu wisata untuk berkeliling di danau sentani. Di danau ini juga diadakan Festival Danau Sentani untuk menarik wisatawan. Festival Danau Sentani biasanya diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahun, FDS sendiri telah ditetapkan sebagai festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua (Anonim b, 2012).

B.   Dasar-dasar Penetapan Kawasan
Berbagai latar belakang mengenai pentingnya konservasi dalam skala global sampai lokal, menuntut penjelasan lebih lanjut tentang berbagai pertimbangan yang perlu diketahui sebagai dasar penetapan kawasan  konservasi. Bab ini menyajikan pertimbangan-pertimbangan biologis yang mendasari identifikasi kawasan   konservasi,  dengan maksud agar dapat memberi   petunjuk  bagi  para perencana, baik di dalam kalangan petugas konservasi maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan ataupun terlibat dengan penetapan kawasan konservasi tersebut. Beberapa pertimbangan biologis, fisik  dan  ekonomi yang mendasari penetapan   kawasan  konservasi,  meliputi (1) pertimbangan habitat; (2) keendemisan dan keanekaan jenis; (3) pertimbangan biogeografi; (4) pertimbangan wilayah dan luas kawasan yang dikonservasi; (5) faktor fisik dan manusia, serta (6) pertimbangan ekonomi. Keenam dasar pertimbangan tersebut merupakan perwujudan dari upaya pengitegrasian berbagai kepentingan, serta menjelaskan bahwa konservasi tidak harusmeng esampingkan nilai ekonomi, lintas sektoral serta tetap mempertimbangan kepentingan masyarakat.
Kawasan  konservasi,  mempunyai  peran  yang   sangat   penting   dalam    melindungi sumberdaya alam serta melestarikan  keanekaragaman hayati. Berbagai   bentuk kawasan secara umum telah diuraikan dalam bab sebelumnya. Pada dasarnya. Setiap bentuk kawasan konservasi mempunyai tujuan pengelolaan dan pelestarian tertentu, sehingga dalam hal penetapan kawasan diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu.
Danau Sentani adalah danau yang terletak di Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua. Danau Sentani di Papua terletak antara 20.33 hingga 2041 LS dan 1400.23 sampai 1400 38 BT. Berada 70 – 90 m diatas permukaan laut. Terletak juga diantara pegunungan Cyclops. Merupakan danau Vulkanik. Sumber airnya berasal dari 14 sungai besar dan kecil dengan satu muara sungai, Jaifuri Puay. Diwilayah barat, Doyo lama dan Boroway, kedalaman danau sangat curam. Sedangkan sebelah timur dan tengah, landai dan dangkal, Puay dan Simporo (Anonim c, 2012).

C.   Hakekat Kebijakan Konservasi
Danau sentani adalah salah satu danau yang dikonservasikan oleh provinsi hal ini dilakukan agar penduduk setempat atau yang tinggal sepanjang pinggiran danau dapat memanfaatkan sumber daya alam serta tempat wisata alam dan sebagainya. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Provinsi Jaya Pura. Lokasi bersejarah ini, menawarkan scenery yang luar biasa. Masih adanya beberapa Bangau dan Elang yang akan menyambar seekor ikan di Danau Sentani. Anda pun disediakan sebuah perahu Johnson saat mengelilingi danau tersebut. Sayang Danau Sentani masih kurang terkenal sebagai salah satu objek tujuan wisata dibanding dengan tempat-tempat wisata bahari lain di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah membuat satu event berjuluk Festival Danau Sentani sebagai langkah memperkenalkan Sentani di mata wisatawan baek dalam maupun luar negeri.Festival Danau Sentani, festival yang diselenggarakan setiap tahun ini dimaksudkan untuk melestarikan nilai-nilai budaya sebagai aset unik  dari Ondoafi dan dijadikan satu paket wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan domestik dan asing.

D.   Konservasi Dalam Pandangan Masyarakat
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Papua, Drs D F Dimara, MM mengatakan, keseragaman pemahaman dan pelaksanaan standar pelayanan minimal di bidang pengelolaan lingkungan hidup, perlu menjadi perhatian serius oleh pemerintah kabupaten/kota, khususnya yangbergerak di bidang lingkungan hidup. Hal ini sangat penting supaya kebijakan pengendalian dampak lingkungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan tepat. Dalam pandangan masyarakat konservasi sangat baik dan masyarakat yang berada di sekeliling danau sentani sangat mendukung pelaksanaan konservasi.
Terkait dengan itu, kata Dimara, sumber daya manusia khusus­nya di bidang aparatur pengelo­laan lingkungan hidup yang berkualitas perlu menjadi perha­tian serius. Di sisi lain, kerja sama antar daerah dalam memberikan pelayanan pengelolaan lingku­ngan hidup adalah sangat penting, Sekadar diketahui, selain pemateri dari Bapedalda Provinsi Papua juga nadir Deputi Tata Lingkungan Hidup; Ir Arie D. Djoekardi, MA dan Ir. Indra Soekarjo. Kegiatan ini diikuti 65 orang dari kalangan LSM, perguruan tinggi, Bapedalda dan Bappeda dari kabupaten/kota Se-Provinsi Papua dan instansi teknis terkait lainnya (Anonim, 2006).













BAB III
PEMBAHASAN
A.   Profil Danau Sentani
Danau Sentani berada di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua dengan kapasitas tampungan sekitar 2,716 Juta.Letaknya 2°33'-2°41'S, 140°23'-140°38'E; 12 km southwest of Jayapura, northeastern Irian Jaya Tipe lahan basahnya freshwater lakes and associated marshes (lacustrine), kondisi iklimnyaHumid tropical climate. Danau Sentani secara administratif berada di daerah pegununganCycloops yang telah ditetapkan menjadi cagar alam pada tahun 1995, sebagai pusat penelitian,dan pengembangan ilmu pengetahuan.Komunitas perairan danau Sentani merupakan danau yang komplek dan terbesar terletak diPapua, secara geografis memanjang dari timur ke barat sepanjang 26,5 km, lebar antara 0,75 – 6km dengan kedalaman maksimum mencapai 51,8 m. Luas Danau sekitar 9.630 Ha. Tingkatkedalaman danau berkisar antara 6 meter – 140 meter, terletak pada ketinggian 75 m dpl.
DanauSentani menerima air dari beberapa sungai yang bermuara dari gunung Cycloops dan pegunungan di sekitarnya. Danau ini mengalirkan airnya ke lautan Pasifik melalui sungaiDjafuri.Dengan keadaan topografi, geografi dan klimatologi, danau Sentani mempunyai potensiSumber Daya Air yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Luas DAS sekitar 571km2 dengan 11 Sub DAS yang merupakan potensi Ketersediaan Sumber Daya Air yang dapatdikembangkan untuk kebutuhan di sektor Domestik, Irigasi, Industri, PLTM dan fidak terlepasdari faktor konservasi ekologi. Curah hujan rata-rata tahunan sekitar 1691,7 mm/thn. ProyeksiKetersediaan air rata-rata per tahun di Danau Sentani sebesar 404, 31 m3/dt dan ProyeksiKebutuhan air per tahun untuk Domestic 7,554.639 m3/thn , Penggelontora; kebuWhannyamenggunakan 10 % air dari Qmin Inflow, Irigasi, kebutuhan air irigasi adalah 12,28 I/dt/hauntuk polo tanam PalawijaPalawija dan Padi, Industri ; kebutuhan air industri adalah 2,190 m3,PLTM ; tinggi jatuh (Head) potensial adalah 35 m dengan kapasitas turbin K-P / 6 danmembangkitkan Daya Listrik (N) adalah 12,052 kW setinggi 35 m. Proyeksi laju erosi lahansetiap tahunnya 4,643 ton/thn yang menyebabkan terjadinya sedimentasi di Danau.
Danau Sentani terletak di Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Ketinggian dana 70-90 dpl. Danau ini merupakan danau vulkanik yang terbentuk dari gunung berapi dan berada dekat dengan perairan laut. Sumber air danau ini berasal dari 14 sungai besar dan kecil. Luas daerah tangkapan sekitar 600 km2. Ada satu muara yaitu Sungai Djaifuri yang terletak di sebelah Timur (daerah Puay). Jenis-jenis ikan di danau Sentani antara lain ikan gete-gete (Apogon wichmani), sembilang (Hemipimelodus velutinus), gabus hitam/snakehead murrel (Glossogobius giurus), gabus merah (Ophiocara aporos), hewu/kaskado (Glossolepis indicus), gastor (Pogoneleotris microps), gurame (Osphronemus gouramy), tambakan (Helostoma temminckii), nila (Oreochromis niloticus), mas (Cyprinus carpio), mujair (Oreochromis mossambicus), tawes (Barbonymus gonionotus), nilem (Osteochilus hasselti), mata merah (Puntius orphoides), udang putih (Macrobrachium sp), sepat (Trichogaster trichopterus) dan sidat kuning (Anguilla mauritiana).
Danau ini memiliki pemandangan yang indah di atas kilauan air, terletak di dekat Jayapura, ibu kota Papua. Keheningan air akan membuat Anda merasa damai seperti berada di surga. Dengan merangkul Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan tumbuhan subur sebagai latar belakang yang indah dan melindungi 24 desa yang betengger sekitar danau menjadikan danau ini sangat indah dan unik. Orang-orang di sini ramah dan kreatif, hasil kerajinan tangan mereka merupakan yang terbaik di tanah Papua. Menaiki perahu di danau merupakan pengalaman yang indah, Anda bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa. Merasakan hembusan angin membelai kulit dan rambut Anda ketika melaju di danau, mengabadikan rumah-rumah panggung dan berkenalan dengan penduduk setempat hanya bisa Anda dapatkan dan rasakan di danau ini. Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Landasan ini dibangun oleh Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1944. Legenda perang Amerika, Jenderal McArthur dikatakan pernah tinggal di danau dan di 22 pulau di dalamnya. Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuh dari mereka adalah asli danau ini. ikan gergaji (Pristis Microdon) merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani.

B.   Manfaat Pengelolaan Kawasan Danau Sentani
Masyarakat Kabupaten Jayapura dan sekitarnya memanfaatkan potensi Danau Sentani yang terletak di Kabupaten Jayapura untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar dalam keramba. Ketua Kelompok Smirna, salah satu kelompok usaha budidaya ikan keramba di Danau Sentani, Wempi Wally, di Jayapura, Jumat, mengatakan, bisnis yang tengah dijalankannya ini cukup menguntungkan.  “Kelompok Smirna mengelola empat keramba. Setiap petak bisa menghasilkan Rp 6 juta rupiah dengan harga jual ikan per kilogram Rp 25 ribu,” jelasnya. Sejauh ini, Wally dan anggota kelompok usahanya sudah tiga kali memanen hasil ikannya. Agar usaha ini berkesinambungan, sebagian hasil panen disisihkan untuk pengembangan bisnis dalam bentuk pembelian pakan ikan, bibit baru, dan angsuran ke Dinas Perikanan yang memberikan bantuan Rp 30 juta pada saat membuka usaha pada 2006 silam. Selain Kelompok Smirna, budidaya ikan juga dilakukan secara perorangan. Stewart Rompas, seorang pembudidaya ikan mengakui, usaha keramba ikan di Danau Sentani tergolong istimewa karena mempengaruhi cita rasa ikan sebagai hidangan. “Pemeliharaan ikan di kolam kurang begitu enak karena bau tanah. KalaU di keramba, cita rasanya lebih enak,” katanya. Di kerambanya, Stewart membudidayakan mujair dan ikan mas dengan masa panen empat hingga lima bulan. Dikatakannnya, sekali panen bisa memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp20 juta dengan mendistribusikannya ke sejumlah restoran dan warung makan seharga Rp35 ribu per kilogram. Danau Sentani memiliki luas 3,63 hektar dan berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Selain menjadi tempat hidup beragam ikan air tawar seperti mujair, gabus, nila, dan ikan mas, pemandangan di sekitar danau ini cukup menarik dan layak menjadi tempat wisata (Anonim, 2009).
C.   Keterlibatan Pemangku Keputusan
Pemerintah Provinsi Papua diminta memberikan perhatian serius dalam upaya pengembangan Danau Sentani yang terletak di ibukota Kabupaten Jayapura untuk dijadikan daerah kawasan obyek wisata terbesar di Papua.
"Kawasan Danau Sentani menyimpan sejuta kekayaan alam yang perlu didukung dan dilirik oleh Pemerintah Provinsi, Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura," kata Wakil Ketua Komisi B DPR Papua, yang membidangi perekonomian, Drs Paulus Sumino, MM di Jayapura, Selasa (28/11). Karena itu pengembangan kawasan tersebut menjadi obyek wisata sangat strategis karena memiliki panorama yang indah, sekaligus dikembangkan obyek wisata danau dan hutan yang akan menarik wisatawan lokal maupun manca negara. Paulus mengakui, pihaknya telah berupaya memprogramkan pembelian tiga unit kapal pesiar yang akan digunakan di kawasan Sentani. Diharapkan pada tahun anggaran 2007 ketiga kapal tersebut dapat terealisasi. Karena itu Pemerintah Provinsi Papua hendaknya membantu mewujudkan pengadaan kapal persiar di kawasan Danau Sentani. Tujuannya agar wisatawan datang ke Papua khususnya di Jayapura dari Bandara Sentani langsung bisa berkujung ke danau yang memiliki panorama alam yang indah dan asli itu. "Danau Sentani merupakan aset terbesar yang harus digarap secara serius oleh pemerintah, karena dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut," ungkap Paulus (Anonim, 2006).





konservasi



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang
Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya, upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam, pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik, upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan dan suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya (anonim, 2012).
Definisi Hutan Hujan Tropis Tropis artinya daerah bagian bumi yang terletak di antara 23,5 LU dan 23,5 LS. Daerah itu merupakan wilayah sekitar garis khatulistiwa bumi dan beriklim panas-lembap berhujan cukup. Di daerah tersebut terdapat banyak hutan. hutan hujan tropis adalah jenis hutan yang tersebar di dekat garis khatulistiwa yang beriklim hangat dan basah. Misalnya hutan di lembah sungai amazon amerika selatan, lembah sungai kongo, afrika, hutan di indonesia, india barat, malaysia dan thailand. Ciri-ciri bioma hutan hujan tropis antara lain Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 2.000 mm/tahun Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20 – 40 m. Cabang pohon berdaun lebat dan lebar serta selalu hijau sepanjang tahun Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tersebut tidak mampu menembus dasar hutan. Mempunyai iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah/di bawah kanopi (daun pada pohon-pohon besar yang membentuk tudung). Fungsi Hutan Hujan Tropis membantu menstabilkan iklim dunia dengan cara menyerap karbon dioksida yang ada diatmosfer, sehingga mengurangi pula dalam hal efek rumah kaca. Merupakan rumah atau habitat bagi keberlangsungan hidup bagi makhluk hidup yang tinggal didalamnya, termasuk flora dan fauna yang terancam punah keberlangsungan hidupnya (anonim, 2006).
Konservasi Hutan Hujan Tropis Usaha, cara, dan metode pelestarian hutan dapat dilakukan dengan mencegah perladangan berpindah yang tidak menggunakan kaidah pelestarian hutan , waspada dan hati- hati terhadap api dan reboisasi lahan gundul serta tebang pilih tanam kembali.

B.   Permasalahan
Adapun permasalahan dalam makalah yang saya bahas, yaitu Salah satu sebab utama perusakan hutan hujan tropis adalah penebangan hutan. Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan pada SDA meningkat. Iklim dunia yang semakin tak stabil karnal global warning dan pengunaan anergi, produksi, transmisi, atau distribusi yang secara berlebihan dan dapat merusak hutan hujan tropis.

C.   Tujuan dan Sasaran
Tujuan dalam makalah ini adalah untuk mendukung upaya mengonsevasi hutan hujan tropis dan pemanfaatan kawasan konservasi secara baik dan benar serta dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.
Adapun sasaran adanya cara untuk menkonservasi hutan hujan tropis dan langkah-langkah atau trobosan apa yang akurat dalam konservasi hutan hujan tropis.







BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengelolaan  Kawasan Konservasi
Berdasarkan ketentuan Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan kita mengenal mengenai hutan dan klasifikasinya. Kawasan   hutan  adalah   wilayah   tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh. Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Pemerintah menetapkan hutan  berdasarkan  fungsi pokok atas: Hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Hutan   konservasi  adalah kawasan hutan dengan ciri  khas  tertentu, yang mempunyai fungsi pokok. Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. terdiri dari: Kawasan hutan suaka alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai sebagai kawasan pengawetan   keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pada kawasan konservasi mengacu pada 3 pilar konservasi yaitu
  1. perlindungan sistem penyangga kehidupan;
  2. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya;
  3. pemanfatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Kegiatan tersebut akan efektif dalam pencapaian tujuan pengelolaan apabila dikelola pada suatu unit manajemen terkecil.  Dalam pengelolaan hutan, selama ini kita mengenal adanya resort, dimana resort ini adalah satuan unit manajemen terkecil dalam pengelolaan hutan.  Sebagai unit terkecil, resort yang langsung berhadapan dan berinteraksi dengan masyarakat dan permasalahan-permasalahan di lapangan.  Sehingga dapat dikatakan bahwa resort merupakan kunci penentu keberhasilan kinerja pengelolaan kawasan konservasi.
Pembagian kawasan konservasi kedalam unit-unit pengelolaan terkecil perlu dilakukan berdasarkan potensi dan permasalahan, ketersediaan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, aksesibilitas, serta prioritas pengembangan.  Pembagian wilayah kerja pengelolaan perlu  diikuti dengan penataan kelembagaan secara menyeluruh mulai dari tingkat Balai sampai dengan tingkat Resort.
Selanjutnya di dalam unit pengelolaan terkecil tersebut perlu dilakukan pembagian ke dalam blok-blok kawasan yang nantinya merupakan sasaran dari tindakan pengelolaan. Dengan tujuan pengelolaan yang demikian kompleks, maka solusi manajemen yang perlu diimplementasikan adalah pengelolaan kawasan konservasi berbasis resort.
Beberapa tahapan dalam implementasi pengelolaan berbasis resort adalah sebagai berikut :
1.    Penataan Wilayah Kerja Resort
   Sebagai langkah awal untuk terwujudnya optimalisasi pengelolaan kawasan konservasi berbasis resort adalah penataan wilayah kerja resort. Penataan wilayah kerja resort meliputi peningkatan kelembagaan resort melalui peningkatan peranan petugas lapangan dalam melakukan berbagai kegiatan pengelolaan baik pada bidang perlindungan dan pengamanan hutan, monitoring dan pengendalian keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta kegiatan lain yang bersifat pendekatan kepada masyarakat. 
Penataan wilayah kerja resort dituangkan dalam peta kerja resort dalam bentuk :
a.    Peta tematik pembagian wilayah kerja (Bidang/Wilayah/Seksi/ Resort), yang menunjukkan lokasi kantor Bidang/Wilayah/Seksi/ Resort).
b.    Peta tutupan lahan kawasan hutan.
c.    Peta tipologi daerah penyangga
d.    Peta indikatif Zonasi Kawasan.
e.    Peta batas kawasan, batas administratif Kabupaten/Propinsi
f.     Peta jaringan jalan
g.    Peta DAS, Sub DAS, Sungai
h.    Peta potensi kawasan-ekowisata, air, hasil hutan non kayu.
2.    Penataan Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manuasia (SDM) merupakan modal pokok bagi satu unit pengelola dalam menjalankan berbagai kegiatan pengelolaan terutama kegiatan Assesment biodiversity and ecosistym serta penentuan Key features biodiversity sebagai pedoman awal bagi keberlanjutan pengelolaan disamping upaya perlindungan dan pengamanan hutan.Penataan SDM pada setiap Resort diupayakan terdiri dari beberapa personil yang meliputi  Polisi Kehutanan sebagai tenaga pengamanan hutan, Pengendali Ekosistem Hutan sebagai penghimpun data potensi sumberdaya alam yang ada di wilayah Resort dan Penyuluh Kehutanan sebagai tenaga penyuluhan.
Pada masing-masing Resort dibentuk Struktur organisasi Resort yang terdiri dari Kepala Resort dan Anggota Resort.  Struktur ini didukung oleh :
a.    Tata hubungan kerja internal
b.    Sistem kerja di setiap Seksi Wilayah ke Resort.
c.    Pola hubungan kerja internal-eksternal (kemitraan, kolaborasi, kerjasama, kontrak kerja
d.    Perencanaan berbasis resort, yang disebut sebagai perencanaan bottom-up, berbasis kondisi dan ragam sumberdaya, profil/tipologi resort dan aspirasi lokal atau setempat.
e.    Sistem monitoring dan evaluasi internal dan multipihak.
3.    Perencanaan Kegiatan
Pengelolaan berbasis Resort bukan hanya sekedar meningkatkan kapasitas pengelolaan pada level Resort yang didukung dengan sarana dan prasarana serta kepercayaan terhadap pengelolaan anggaran operasional Resort, akan tetapi pengelolaan berbasis Resort merupakan suatu alur mekanisme pengelolaan yang saling berkesinambungan baik secara hirarkis maupun  secara teknis terhadap berbagai kegiatan yang memberikan keluaran hasil sebagaimana yang telah ditetapkan dalam suatu perencanaan Balai.  Perencanaan kegiatan dilaksanakan melalui beberapa diskusi dan penyusunan rencana kegiatan serta inventarisasi kebutuhan penunjang kegiatan Resort.  Kegiatan yang merupakan operasional Resort nantinya diharapkan memadukan antara kegiatan pengamanan hutan, inventarisasi potensi,  monitoring dan kegiatan yang berhubungan dengan pendekatan kemasyarakatan  yang dilakukan di masing-masing Resort. 
Perencanaan kegiatan minimal operasional Resort harus mencakup Tiga  Pilar Konservasi yaitu Perlindungan sistem penyangga kehidupan, Pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, dan Pemanfaatan secara lestari.  Kegiatan minimal operasional Resort ini merupakan tugas minimal yang harus dikerjakan oleh Resort  yang diselaraskan dengan  tupoksi jabatan fungsional personil Resort yaitu Polhut, PEH dan Penyuluh (anonim, 2011).
B.   Peran semua pihak dalam konservasi
Dalam suatu kawasan konservasi peran pihak pengelolah dan masyarakat di sekeliling kawasan tersebut harus ikut dalam melestarikan kawasan tersebut, sebab dari konservasi itu diharapkan menjamin SDM yang cukup dan kesejhateraan. Serta membantu dunia dalam mencegah pemanasan global.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
a.    Kesimpulan
Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Kawasan konservasi mengacu pada 3 pilar konservasi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan;pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya;pemanfatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
 Dalam suatu kawasan konservasi peran pihak pengelolah dan masyarakat di sekeliling kawasan tersebut harus ikut dalam melestarikan kawasan tersebut, sebab dari konservasi itu diharapkan menjamin SDM yang cukup dan kesejhateraan. Serta membantu dunia dalam mencegah pemanasan global.

b.    Saran
Lingkunngan merupakan faktor penting bagi kelangsungan hidup, makluk hidup yanng ada di muka bumi ini. Jadi sebagai sesama makhluk hidup harus menjaga lingkungan serta harus berinteraksi dengan baik.serta mendukung pengelolaan konservasi kawasan untuk menjamin kesejhateraan masyarakat.